GADAIKREDITCEPAT.COM – Candi Tebing yang terletak di Banjar Jukut Paku, Desa Singakerta, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, bukan sekadar situs bersejarah atau tempat suci umat Hindu Bali. Keberadaannya menyimpan aura angker yang memikat banyak rasa ingin tahu.
Terletak di bawah Pura Penataran Agung dan berdampingan dengan pepohonan teduh di sepanjang aliran Sungai Wos, area candi ini dikelilingi suasana mistis yang kian terasa kuat berkat goa-goa kecil yang menghiasi dinding sungainya, terutama saat malam menyelimuti.
Saat memasuki kawasan ini di malam hari, suasananya berubah drastis. Kesunyian dan keheningan terasa pekat, hanya terdengar suara gemericik sungai yang mengalir perlahan. Warga sekitar, Ida Bagus Putra Pudharta, mengungkapkan bahwa candi ini kerap menjadi tempat kemunculan makhluk gaib, termasuk ular hingga sosok besar yang diyakini sebagai penjaga dunia niskala.
Menurut ceritanya, berbagai penampakan tersebut sudah sering menjadi bahan pembicaraan warga setempat. Makhluk-makhluk itu disebut sebagai rencangan atau penjaga gaib yang sesekali muncul di hadapan orang-orang tertentu, meski tanpa maksud mengganggu. Bagi mereka yang memiliki kepekaan spiritual tinggi, kehadiran penjaga tersebut bisa tampak lebih jelas.
Kemunculan makhluk-makhluk ini dianggap sebagai bagian dari aktivitas rutin menjaga kawasan suci tersebut. Bahkan pada momen-momen tertentu seperti saat piodalan berlangsung, tak jarang orang-orang mengalami kesurupan akibat interaksi dengan kehadiran gaib tersebut.
Tokoh Banjar Jukut Paku, Gusti Made Wijayana, turut membenarkan cerita ini. Ia bahkan menambahkan bahwa pernah terlihat seekor kera putih, yang oleh masyarakat dikenal sebagai Sang Anoman. Sosok ini diyakini sebagai penjaga setia kawasan candi dan sering dikaitkan dengan kisah-kisah sakral daerah tersebut.
Sementara itu, Gusti Ngurah Ardinata, petugas kebersihan di kawasan candi ini, tetap menjalankan tugas sehari-harinya tanpa banyak terpengaruh cerita-cerita gaib yang beredar. Ia setia menjaga kebersihan candi, yang berada di bawah pengelolaan Balai Pelestarian Cagar Budaya Bali.
Meski tugas rutinnya cukup ringan pada hari-hari biasa, suasana berubah pada hari-hari suci umat Hindu Bali seperti Kajeng Kliwon, Purnama, atau Tilem. Jumlah pengunjung yang meningkat untuk sembahyang membuat pekerjaan membersihkan kawasan candi menjadi jauh lebih berat dibanding biasanya.
Keangkeran sekaligus keindahan Candi Tebing di Banjar Jukut Paku tetap menjadi daya tarik besar bagi siapa saja yang ingin menyusuri sejarah maupun misteri di balik tempat ini.
Apakah Anda cukup berani untuk menjelajahinya?
Baca Juga : Menegangkan dan Penuh Misteri: Rumah Hantu Darmo, Destinasi Horor Ikonik di Surabaya
