Diary Mystery Mystery Menguak Misteri Batitong, Hantu Legendaris dari Tanah Toraja, Sulawesi Selatan

Menguak Misteri Batitong, Hantu Legendaris dari Tanah Toraja, Sulawesi Selatan

Menguak Misteri Batitong, Hantu Legendaris dari Tanah Toraja, Sulawesi Selatan post thumbnail image

GADAIKREDITCEPAT.COM – Sulawesi Selatan tidak hanya terkenal dengan keindahan alamnya, budaya yang kaya, maupun kuliner khas yang mengundang selera, tetapi juga menyimpan kisah mistis yang mampu menimbulkan bulu kuduk meremang.

Salah satu cerita yang paling menyeramkan sekaligus melegenda berasal dari sosok hantu Batitong. Menurut kepercayaan masyarakat, Batitong adalah roh jahat yang diyakini muncul dari arwah perempuan yang meninggal dunia saat melahirkan. Kini, entitas ini konon memangsa manusia demi memenuhi nafsunya yang tidak tersampaikan semasa hidup.

Batitong dikenal melalui penampakan yang menyeramkan. Cahaya seperti lampu senter sering terlihat di bagian dahi, kepala, atau tangannya, menjadi ciri khas yang mengerikan. Sosoknya digambarkan memiliki gigi berwarna kuning, mata selalu berair, rambut kusut tak terurus, serta bibir yang nampak pucat akibat kebiasaan mengunyah sirih.

Yang membuatnya semakin menakutkan, Batitong dipercaya mampu mengubah wujud menjadi hewan seperti anjing atau babi ketika sedang berkeliaran. Ia dapat muncul kapan saja, baik di siang maupun malam hari, terutama di tempat-tempat basah seperti sawah, selokan, sungai, atau rawa-rawa.

Hantu ini kabarnya paling sering menyerang dua jenis korban: ibu hamil dan kerbau. Apabila kerbau ditemukan mati mendadak dengan mulut penuh air liur yang menetes, ini dianggap sebagai pertanda bahwa hewan tersebut telah menjadi santapan Batitong.

Meski kehadirannya menimbulkan ketakutan, masyarakat Toraja percaya bahwa Batitong dapat diusir menggunakan kayu palang atau kayu dari pohon jarak, sebagaimana tradisi setempat. Tak hanya itu, pengusiran juga dapat dilakukan dengan mendirikan bambu berisi daun pasake dan daun kabuni di pintu masuk kampung untuk mencegah gangguannya.

Ada pula ritual khusus bernama Ma’manuk Tallu yang digelar apabila Batitong berhasil dibunuh. Upacara ini merupakan bentuk penghormatan sekaligus ungkapan syukur atas keselamatan masyarakat, sekaligus menjadi usaha agar roh jahat tersebut tidak kembali mengganggu.

Hantu Batitong memegang tempat tersendiri dalam mitologi Toraja. Keberadaannya memang menyeramkan dan penuh misteri, tetapi juga menjadi salah satu warisan cerita rakyat yang memperkuat identitas budaya lokal. Kisahnya tidak hanya mencerminkan kepercayaan turun-temurun, tetapi juga memberikan gambaran tentang betapa beragamnya kekayaan mitologi di Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Misteri dan Kejutan di Tanjakan Panganten, Garut: Kisah tentang Kewaspadaan yang Berharga

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post